Better In Time

There was an error in this gadget

Followers

Friday, January 9, 2009

Hikmah Melihat Orang Yang Disayangi Ketika Tidur



Pernahkah anda menatap wajah orang yang anda sayang saat mereka sedang tidur? Kalau belum, cubalah sekali saja menatapdisaat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya. Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sedarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, rambut-rambut mulai putih,kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya dan rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah.. Lihatlah ibu anda... kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai tubuh bayiitu kini kasar kerana menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Ibulahyang setiap hari menguruskan keperluan kita dan paling rajin mengingatkansemata-­mata kerana rasakasih dan sayang yang kadangkala sering kita disalah ertikan. Cubalah menatap wajah orang-orang yang kita cintai..sayangi itu... Ayah, Ibu, Suami, Isteri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya... Rasakanl­ahbetapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda. Pengorbanan yang kadang-kala tertutup oleh salah faham kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.

Pengorbanan yang kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan. Ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya. Untuk siapa dia berpenat lelah tak lain adalah KITA... Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa bahagia dan rasa terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua. Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok"orang-orang kita kasihi itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya ...


aiSya iRa

No comments: